NusaSuara — Para astronom dunia tengah menaruh perhatian besar pada kemunculan komet C 2025 R3, sebuah komet baru yang di prediksi berpotensi menjadi Komet Besar tahun ini. Menariknya, fenomena langit ini berpeluang dapat di saksikan langsung dengan mata telanjang. Namun, pengamatan tersebut bisa di lakukan tanpa bantuan alat optik.
Komet C 2025 R3 kini bergerak di jalur lintasan yang mengarah ke orbit Bumi. Berdasarkan perhitungan awal, komet ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan planet kita dalam waktu kurang dari empat bulan. Hal itu membuka peluang pengamatan langka bagi penggemar astronomi.
Penemuan Komet C 2025 R3
Para ilmuwan menemukan komet C 2025 R3 pada 8 September 2025 melalui citra yang di ambil oleh Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (Pan-STARRS). Sistem ini terdiri dari sepasang teleskop reflektor berdiameter 1,8 meter. Keduanya berlokasi di puncak Gunung Haleakalā, Hawaii.
Menurut data dari TheSkyLive.com yang di kutip Live Science, Senin (12/1), saat ini komet tersebut berada sekitar 348 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut kira-kira setengah jarak antara orbit Mars dan Jupiter.
Komet Periode Panjang dari Awan Oort
C/2025 R3 termasuk komet berperiode panjang, yang berarti membutuhkan lebih dari 1.000 tahun untuk sekali mengorbit Matahari. Selain itu, para astronom meyakini komet ini berasal dari Awan Oort. Wilayah terluar Tata Surya tersebut menjadi gudang komet dan benda beku purba.
Hingga kini, ilmuwan masih menyempurnakan perhitungan lintasan orbitnya. Namun, penemuan komet sejenis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa objek-objek ini bisa jadi belum pernah melintasi wilayah Bumi. Hal tersebut dapat terjadi selama puluhan ribu tahun.
Jadwal Perihelion dan Jarak Terdekat ke Bumi
Saat ini, C/2025 R3 terus melaju mendekati Matahari dan akan mencapai perihelion—titik terdekat dengan Matahari—pada 20 April 2026. Pada momen tersebut, jaraknya hanya sekitar 76,3 juta kilometer, berada di antara orbit Merkurius dan Venus.
Selang sepekan kemudian, tepatnya 27 April, komet ini akan melintas paling dekat dengan Bumi pada jarak 70,8 juta kilometer. Jarak itu lebih dari 180 kali jarak Bumi ke Bulan.
Seberapa Terang Komet C2025 R3?
Hingga kini, para peneliti masih memperdebatkan tingkat kecerahan komet ini. Laporan Space menyebutkan bahwa sebagian astronom memperkirakan C/2025 R3 hanya mencapai magnitudo 8, sehingga memerlukan teleskop atau teropong untuk melihatnya.
Namun, prediksi lain menyebutkan komet ini berpotensi mencapai magnitudo 2,5, tingkat kecerahan yang memungkinkan pengamatan dengan mata telanjang. Dalam skala magnitudo astronomi, angka yang lebih kecil menandakan objek yang lebih terang.
Kapan Waktu Terbaik Mengamati Komet Ini?
Para pakar menyarankan waktu terbaik untuk mengamati komet C 2025 R3 adalah sekitar 17 April, beberapa hari sebelum perihelion. Pada periode ini, fase Bulan baru akan membuat langit malam lebih gelap, sehingga objek langit redup menjadi lebih mudah terlihat.
Sebaliknya, saat komet berada di titik terdekat dengan Bumi, posisinya kemungkinan akan berdekatan dengan Matahari, sehingga menyulitkan pengamatan. Pengamat di belahan selatan Bumi di perkirakan memiliki peluang lebih baik untuk melihat komet ini pada awal Mei.
Peran Fenomena Forward Scattering
Apakah komet ini bisa terlihat dengan mata telanjang sangat bergantung pada fenomena forward scattering. Fenomena ini terjadi ketika komet berada di antara Bumi dan Matahari, menyebabkan cahaya Matahari tersebar ke arah depan dan membuat ekor komet tampak lebih terang.
Jika forward scattering terjadi secara optimal, ekor komet C 2025 R3 dapat memantulkan lebih banyak cahaya Matahari ke Bumi. Akibatnya, hal tersebut meningkatkan visibilitasnya secara signifikan.
Baca Juga: Emas Melimpah di SEA Games, Prabowo: Bangga Sih, Tapi Pusing Bonusnya Gede Banget!
Faktor Lain yang Mempengaruhi Kecerahan
Kecerahan komet juga di tentukan oleh respons material penyusunnya terhadap panas Matahari. Saat mendekat, es dan gas di permukaan komet akan menguap dan membentuk koma serta ekor yang memantulkan cahaya Matahari.
Meski begitu, para astronom menegaskan masih terlalu dini untuk memastikan bagaimana proses ini akan memengaruhi komet C 2025 R3 secara keseluruhan. Selama periode perihelion dan lintasan dekat Bumi, komet ini akan tampak di rasi bintang Pisces, tepat di bawah Persegi Besar Pegasus, seperti dilaporkan Space.com.





