Operasi Militer di Myanmar: 2.300 Lebih Tersangka Ditangkap dari Markas Penipu Online

oleh
Militer

Militer Myanmar kembali melancarkan operasi besar-besaran yang menargetkan jaringan kejahatan siber lintas negara di wilayah perbatasan. Dalam penindakan intensif ini, dua kompleks kejahatan daring terbesar di negara tersebut. Yaitu KK Park dan Shwe Kokko, menjadi sasaran utama penggerebekan, yang menghasilkan penangkapan ribuan orang.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya yang sejak awal September oleh pihak berwenang/militer. Untuk memberantas sindikat penipuan internasional yang selama bertahun-tahun beroperasi bebas di kawasan tersebut. (Ini adalah versi yang paling dekat dengan kalimat asli, hanya menambahkan dan menekankan pelaku aksi (Militer/Pihak berwenang)

Dua Kompleks Kejahatan Daring Dihancurkan

Dalam penggerebekan yang terjadi di KK Park, yang terletak dekat Myawaddy di negara bagian Kayin. Militer Myanmar berhasil menahan lebih dari 2.000 orang yang terlibat. Laporan dari media pemerintah Myanmar, Myanma Alinn. Menyebutkan bahwa operasi ini juga menemukan lebih dari 260 bangunan tak terdaftar dan menyita 30 terminal internet satelit Starlink.

Selama ini, KK Park berfungsi sebagai pusat kejahatan siber yang menjalankan berbagai modus penipuan, termasuk penipuan asmara, investasi fiktif, serta perekrutan paksa terhadap warga negara asing.

Tak lama berselang, militer juga menyerbu Shwe Kokko, kompleks gelap lain yang selama ini berada di bawah sorotan dunia internasional. Menurut media pemerintah The Global New Light of Myanmar, pasukan junta menahan 346 warga negara asing dan menyita hampir 10.000 unit ponsel untuk melancarkan operasi perjudian dan penipuan daring.

Respon terhadap Tekanan Global

Militer Myanmar menggelar serangkaian operasi ini di tengah meningkatnya tekanan global terhadap “pabrik-pabrik penipuan” di perbatasan, terutama dari China. Beijing merasa geram karena banyak warganya yang menjadi korban dan bahkan menjadi pelaku dalam sindikat ini.

Kawasan perbatasan Myanmar-Thailand sendiri telah lama menjadi pusat kejahatan terorganisir, mulai dari penipuan asmara hingga investasi palsu, dengan estimasi kerugian global mencapai US$37 miliar (sekitar Rp600 triliun). Sindikat penipuan merekrut banyak pekerja asing dengan iming-iming pekerjaan sah, namun kemudian menyekap mereka dan memaksa menjalankan penipuan melalui jaringan internet satelit ilegal.

Baca Juga : Wali Kota Uruapan dan Kasus Penembakan Mengguncang

Penggerebekan di KK Park dan Shwe Kokko menambah daftar panjang penindakan Myanmar. Otoritas negara tersebut mengklaim telah memulangkan sekitar 7.000 tersangka penipu sejak awal tahun. Militer Myanmar menegaskan bahwa operasi serupa masih akan berlanjut untuk menyasar seluruh kompleks yang menjadi sumber pemasukan besar bagi sindikat kejahatan regional.

No More Posts Available.

No more pages to load.