Mengawali pekan pertama di tahun 2026, sejumlah bank besar milik negara (Himbara) memperbarui besaran suku bunga simpanan berjangka mereka. Berdasarkan pantauan data terbaru per 5 Januari 2026, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menawarkan tingkat pengembalian yang kompetitif. Bagi nasabah yang ingin memarkir dana mereka di instrumen deposito.
Penyesuaian suku bunga ini mencerminkan respons perbankan terhadap dinamika likuiditas dan kebijakan moneter terkini. Guna menarik minat simpanan masyarakat di tengah awal tahun yang optimis.
Bank Mandiri: Fokus pada Tenor Jangka Pendek
Bank Mandiri menawarkan skema bunga deposito yang bervariasi mengikuti tenor yang nasabah pilih. Untuk nasabah yang menyimpan dana dengan pembayaran bunga bulanan dan saat jatuh tempo. Mandiri menerapkan tingkat suku bunga yang kompetitif, terutama pada tenor pendek.
Saat ini, Bank Mandiri mematok bunga deposito di kisaran 2,25% hingga 2,50% per tahun. Tenor 1 dan 3 bulan menjadi pilihan favorit bagi nasabah yang menginginkan fleksibilitas likuiditas namun tetap mendapatkan imbal hasil yang stabil.
BRI: Keunggulan di Berbagai Pilihan Jangka Waktu
Tidak ketinggalan, BRI juga memperbarui daftar bunga deposito mereka. Bank yang memiliki jaringan luas hingga ke pelosok daerah ini menawarkan suku bunga yang cukup menarik bagi deposan ritel maupun korporasi.
BRI memberikan penawaran bunga mulai dari 2,25% hingga mencapai 3,00% per tahun untuk tenor tertentu. Besaran bunga ini sangat bergantung pada jangka waktu simpanan, di mana tenor menengah seperti 6 bulan seringkali menawarkan angka yang lebih optimal bagi nasabah.
BNI: Penawaran Kompetitif bagi Nasabah Setia
BNI turut meramaikan persaingan suku bunga deposito di awal tahun 2026 ini. Bank berkode emiten BBNI tersebut menerapkan skema bunga yang hampir serupa dengan rekan-rekan sejawatnya di Himbara, dengan tujuan menjaga rasio dana murah perusahaan.
Suku bunga deposito BNI saat ini berada di rentang 2,25% hingga 2,50% per tahun. BNI mengedepankan kemudahan akses pembukaan deposito melalui layanan digital guna memberikan nilai tambah bagi nasabah yang ingin mengelola asetnya tanpa harus datang ke kantor cabang.
Hal yang Perlu Diperhatikan Nasabah
MMeskipun bank mempublikasikan angka-angka di atas sebagai standar resmi, nilai nominal simpanan serta metode pembukaan rekening dapat memengaruhi besaran bunga aktual yang nasabah terima.
Analis keuangan menyarankan nasabah untuk tetap memperhatikan tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika bunga deposito yang ditawarkan bank melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, maka simpanan tersebut tidak masuk dalam program penjaminan.
Baca Juga : Pulihkan Semangat Garda Terdepan Langit, AirNav Salurkan Bantuan Dana dan Logistik







