Pasar modal Indonesia kembali mencatat sejarah emas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Senin (24/11), dengan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (All Time High—ATH) baru di posisi 8.570,25. Indeks melesat tajam sebesar 155,90 poin atau 1,85%, melampaui level psikologis 8.500 dengan keyakinan penuh.
Kekuatan Asing dan Likuiditas Melimpah
Aliran modal asing yang sangat deras mendominasi lonjakan IHSG yang spektakuler ini. Pada penutupan hari ini, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net foreign buy) senilai fantastis, mencapai Rp 4,47 triliun. Arus dana yang masif ini menunjukkan kepercayaan besar investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Di samping itu, likuiditas pasar juga terpantau tinggi. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp 45,65 triliun dalam frekuensi lebih dari 2,5 juta kali transaksi, menandakan partisipasi aktif dari seluruh pelaku pasar.
Pendorong Utama: Sektor Properti dan Harapan The Fed
Kenaikan IHSG hari ini hampir merata di seluruh sektor, namun Sektor Properti memimpin dorongan kuat tersebut. Sektor ini melesat lebih dari 3%, di mana optimisme pemulihan pasar perumahan dan kebijakan insentif pemerintah mendukung penguatannya.
Secara spesifik, penguatan indeks hari ini banyak disumbang oleh saham-saham big cap yang bergerak bullish:
-
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Menjadi market mover utama dengan kontribusi poin terbesar.
-
PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON): Memimpin rally di sektor properti.
-
PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM): Kembali aktif diborong asing.
Sentimen positif dari luar negeri juga berperan besar. Pasar global menanggapi ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memulai pemangkasan suku bunga acuan pada bulan Desember. Harapan akan biaya pinjaman yang lebih murah ini mendorong investor untuk beralih dari aset aman (seperti dolar AS) ke aset berisiko tinggi (emerging markets).
Analisis Pasar: Target Berikutnya 8.700
Analis pasar menilai penembusan level 8.500 ini adalah sinyal bullish yang sangat kuat. Kepala Riset menyatakan bahwa level psikologis 8.500 adalah resistensi yang selama ini telah berkali-kali oleh pasar.
“IHSG telah mengkonfirmasi breakout dari rentang konsolidasi yang panjang. Kenaikan yang didukung oleh net buy asing sebesar Rp 4,47 triliun ini sangat sehat,” ujar . “Dengan sentimen The Fed yang semakin positif, kami memprediksi target resistance jangka pendek berikutnya berada di level 8.700 sebelum akhir tahun.”
Pencapaian rekor tertinggi baru ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari prospek ekonomi Indonesia yang solid dan daya tarik pasar modal domestik di mata investor global, menjadikan IHSG salah satu bursa dengan kinerja terbaik di Asia saat ini.
Baca Juga : Rupiah Tak Berdaya di Rp16.725: Dolar AS Mendominasi Pasar!






