Jutaan Dolar Menguap: Hanya Ronaldo yang Dinilai Pantas Digaji Tinggi di SPL

oleh
Ronaldo

Selama dua musim terakhir, Liga Profesional Saudi (SPL) telah menggelontorkan investasi besar-besaran yang sukses mengubah peta sepak bola global. Liga di kawasan Timur Tengah ini dengan berani menawarkan gaji selangit demi memboyong bintang-bintang top Eropa. Namun, di tengah gemerlap gaji yang fantastis tersebut, kritik mulai bermunculan. Pengamat dan pakar sepak bola menilai bahwa dari semua nama besar yang datang. Hanya satu pemain yang benar-benar memberikan nilai sepadan dengan gaji tingginya: Cristiano Ronaldo.

Penilaian ini pada dampak komprehensif sang megabintang Portugal, meliputi kinerja di dalam lapangan dan nilai transformatifnya di luar lapangan. Sementara itu, mereka menganggap banyak pemain elite lainnya gagal memberikan return on investment (ROI). Yang proporsional terhadap pundi-pundi kekayaan yang mereka nikmati.

Dampak Pionir dan Kinerja Fantastis Ronaldo

 

Sejak kedatangan perdananya ke Al-Nassr pada Januari 2023, Cristiano Ronaldo tidak hanya sekadar bermain bola. Melainkan menjadi pionir dan duta global bagi proyek ambisius Visi Saudi 2030. Dengan gaji yang mencapai lebih dari 200 juta Euro per tahun, para pengamat menilai bahwa tugas Ronaldo. Mengubah persepsi dunia terhadap SPL dan Arab Saudi—setara dengan kompensasi tersebut.

Di dalam lapangan, Ronaldo telah membuktikan kelasnya dengan performa yang tetap konsisten di usia yang tak lagi muda. Ia secara reguler bersaing ketat dalam daftar top skor liga, mencetak gol-gol penting, dan memimpin timnya dengan mentalitas juara. Kinerjanya mendominasi headline utama media-media internasional, dengan frekuensi liputan yang jauh mengungguli pemain lain.

Namun, nilai terbesar Ronaldo adalah kemampuannya menaikkan derajat liga secara instan. Kedatangannya membuka pintu air bagi bintang-bintang lain seperti Karim Benzema, Neymar, Sadio Mané, hingga Riyad Mahrez. Ia adalah brand ambassador yang paling efektif. Berkat Ronaldo, SPL yang sebelumnya tidak terkenal kini membuat media global menayangkan liga tersebut di puluhan negara. Hal ini turut menarik sponsor global dan meningkatkan pendapatan liga secara eksponensial.

Kontras dengan Gaji Bintang Lain

Situasi kontras terjadi pada sebagian besar rekrutan kelas dunia yang tiba setelah Ronaldo. Klub-klub SPL mendatangkan mereka dengan janji gaji yang setara dengan Ronaldo, tetapi kontribusi para pemain tersebut di lapangan jauh dari harapan.

Beberapa nama besar seperti Neymar Jr., misalnya, menghabiskan sebagian besar waktunya di Arab Saudi karena cedera parah, membuat klub Al-Hilal praktis membayar gaji ratusan juta Euro tanpa menikmati servis maksimalnya. Sementara itu, bintang lain seperti Jordan Henderson (sebelum pindah) dan Roberto Firmino (di awal kedatangannya) menunjukkan performa yang menurun, dan para pengamat menganggap mereka kurang antusias, seolah-olah mereka hanya melihat SPL sebagai ‘liga pensiunan’ yang menawarkan kekayaan instan.

Bagi para pengamat, masalah utamanya adalah disproporsionalitas antara gaji yang diterima dengan kontribusi yang diberikan. Klub-klub SPL membayar para pemain ini untuk menjadi game changer dan ikon pemasaran, tetapi banyak dari mereka hanya menyumbang statistik standar atau, yang lebih buruk, menjadi beban finansial karena cedera.

Ancaman Ketidakberlanjutan Finansial

Kritik keras ini menjadi peringatan bagi SPL dan Dana Investasi Publik (PIF) Saudi. Strategi yang terlalu bergantung pada gaji tinggi berisiko menciptakan gelembung finansial yang tidak berkelanjutan. Jika klub-klub terus-menerus menggaji pemain super tinggi tanpa menghasilkan performa yang sepadan—apalagi jika mereka hanya pindah demi uang, bukan ambisi olahraga—maka kualitas kompetisi dan citra liga akan terancam.

SPL saat ini menghadapi tantangan untuk menjaga daya tarik globalnya. Jika hanya Ronaldo yang secara konsisten memenuhi ekspektasi performa dan exposure, maka investasi besar yang ditanamkan untuk pemain lain akan sia-sia dan dianggap sebagai pemborosan semata.

Baca Juga : Sensasional! Raymond/Joaquin Ciptakan Sejarah, Juara Australian Open 2025 di Ajang Debut

Pada akhirnya, di tengah hiruk pikuk uang dan gemerlap transfer, hanya Cristiano Ronaldo yang dinilai berhasil membuktikan bahwa gajinya yang selangit adalah harga yang harus dibayar untuk transformasi global. Tugas SPL selanjutnya adalah memastikan bahwa rekrutan-rekrutan berikutnya juga memiliki komitmen dan dampak sekuat sang pionir, agar liga dapat bertumbuh menjadi kompetisi yang kompetitif dan berkelanjutan, bukan sekadar pelabuhan terakhir dengan gaji tertinggi.