Kim Ju Ae dan Spekulasi Masa Depan Kepemimpinan Korea Utara

oleh
Kim Ju Ae dan Spekulasi Masa Depan Kepemimpinan Korea Utara

NusaSuara — Putri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yakni Kim Ju Ae, kembali menyedot perhatian dunia. Untuk pertama kalinya, ia mengunjungi Istana Matahari Kumsusan, mausoleum tempat peristirahatan kakek dan buyutnya, bertepatan dengan awal tahun baru 2026. Momen ini langsung memicu spekulasi global mengenai masa depan kepemimpinan Korea Utara.

Kunjungan simbolis tersebut di nilai sebagai langkah penting dalam memperkuat narasi suksesi kekuasaan di negara paling tertutup di dunia itu.

Kunjungan Bersejarah di Awal 2026

Media pemerintah Korea Utara merilis foto yang memperlihatkan Kim Ju Ae hadir bersama kedua orang tuanya serta sejumlah pejabat tinggi negara. Kehadirannya di lokasi yang sangat sakral bagi rezim Kim mempertegas dugaan. Dugaan tersebut bahwa ia tengah di persiapkan sebagai calon penerus kepemimpinan Korea Utara.

Istana Matahari Kumsusan sendiri merupakan simbol utama warisan politik keluarga Kim. Di tempat inilah Kim Il Sung dan Kim Jong Il—pendiri dan pemimpin generasi kedua Korea Utara—di semayamkan. Kompleks ini menjadi representasi nyata dari apa yang di sebut sebagai “garis keturunan Paektu”. Dinasti ini telah menguasai Korea Utara selama puluhan tahun.

Isyarat Suksesi dalam Dinasti Kim

Sebagai pemimpin generasi ketiga, Kim Jong Un melanjutkan kekuasaan yang di wariskan langsung dari ayah dan kakeknya. Kini, kehadiran Kim Ju Ae di barisan depan upacara kenegaraan di anggap para pengamat sebagai sinyal kuat bahwa pola suksesi dinasti kembali di terapkan.

Sejumlah analis menilai penempatan Kim Ju Ae dalam acara simbolik negara bukanlah kebetulan. Hal ini di anggap bagian dari strategi politik jangka panjang untuk memperkenalkan figur penerus kepada publik domestik dan internasional.

Siapa Kim Ju Ae?

Kim Ju Ae di yakini lahir pada 2013. Ia pertama kali muncul ke hadapan publik pada November 2022, saat mendampingi ayahnya meninjau peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Sejak saat itu, ia kerap terlihat menemani Kim Jong Un dalam berbagai kunjungan penting. Terutama ke lokasi militer dan ekonomi strategis.

Keterlibatan Ju Ae tidak berhenti di dalam negeri. Pada September 2025, ia tampil untuk pertama kalinya di panggung diplomasi multilateral saat menghadiri parade militer Hari Kemenangan China. Kehadiran ini di pandang sebagai langkah besar dalam membangun citra internasionalnya sejak usia muda.

Panggung Internasional dan Persiapan Diplomatik

Para ahli menyoroti perbedaan mencolok antara Kim Ju Ae dan ayahnya. Kim Jong Un sendiri di sebut telah di tunjuk sebagai penerus sejak usia delapan tahun, namun tidak pernah di ajak ayahnya melakukan kunjungan luar negeri.

“Tindakan membawa putrinya ke hadapan publik menunjukkan bahwa Kim Jong Un ingin memperkenalkan Kim Ju Ae ke panggung internasional. Selain itu, untuk melatih kemampuan diplomatiknya sejak dini,” ujar Lim Eul Chul, profesor studi Korea Utara di Universitas Kyungnam, Korea Selatan.

Baca Juga: Anak SMP Di Duga Telah Membunuh Ibu Kandungnya Sendiri

Pro dan Kontra Kepemimpinan Perempuan di Korea Utara

Meski banyak pihak meyakini Kim Ju Ae sebagai suksesor, sejumlah pengamat tetap meragukan kemungkinannya memimpin Korea Utara. Alasan utamanya, negara tersebut belum pernah di pimpin oleh seorang perempuan.

Namun, pandangan ini di bantah oleh Jeong Seong Jang, Wakil Direktur Institut Penelitian Sejong. Dalam kolomnya berjudul “Why Kim Ju-ae Should Be Viewed as Designated Successor to Kim Jong-un”. Ia menilai Korea Utara lebih menyerupai sistem monarki di banding negara sosialis modern.

Salah satu indikasi kuat, menurut Jeong, adalah penyematan gelar “yang terhormat” kepada Kim Ju Ae. Ini adalah sebuah kehormatan yang tidak pernah di berikan kepada perempuan lain dalam keluarga Kim sebelumnya.

“Dalam sistem monarki, jika raja tidak memiliki putra atau memilih putrinya, maka wajar jika seorang putri di tunjuk sebagai pewaris tahta,” jelasnya.

Misteri Anak-Anak Kim Jong Un Lainnya

Pertanyaan juga muncul terkait anak-anak Kim Jong Un selain Kim Ju Ae. Pada 2017, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan menyebut bahwa Kim Jong Un memiliki tiga anak: seorang putra (lahir sekitar 2010), Kim Ju Ae (lahir sekitar 2013), dan seorang anak bungsu (lahir 2017).

Hingga kini, Pyongyang belum pernah memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas maupun peran mereka dalam struktur kekuasaan.