Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia). Membuktikan bahwa kesejahteraan karyawan adalah prioritas utama perusahaan di tengah situasi darurat. Merespons musibah bencana alam yang menimpa beberapa wilayah kerja, manajemen AirNav bergerak taktis mendistribusikan bantuan komprehensif. Untuk meringankan beban para karyawan beserta keluarga mereka.
Aksi cepat ini menegaskan bahwa AirNav bukan sekadar institusi pelayan publik. Melainkan sebuah keluarga besar yang saling menopang dalam kondisi krisis.
Penyaluran Bantuan yang Terukur dan Cepat
Manajemen AirNav menerapkan sistem respons cepat untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat tanpa birokrasi yang rumit. Tim unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama serikat pekerja berkolaborasi langsung di lapangan untuk memetakan kerusakan dan kebutuhan riil para karyawan.
Bantuan yang mengalir terdiri dari berbagai bentuk, antara lain:
-
Logistik dan Kebutuhan Dasar: Paket sembako, air bersih, perlengkapan bayi, dan obat-obatan.
-
Bantuan Hunian Sementara: Dukungan bagi karyawan yang rumahnya mengalami kerusakan berat agar mendapatkan tempat tinggal yang layak.
-
Dana Stimulus Pemulihan: Bantuan finansial tunai untuk mempercepat perbaikan fasilitas pribadi yang terdampak bencana.
“Kami menyadari bahwa ketenangan pikiran karyawan adalah kunci keselamatan penerbangan. Dengan membantu mereka pulih dari bencana, kami juga sedang menjaga stabilitas layanan navigasi di ruang udara Indonesia,” tegas manajemen AirNav dalam keterangannya.
Menjaga Operasional Navigasi Tetap Aman
Bencana sering kali mengancam keberlangsungan operasional di menara pengawas atau kantor cabang. Namun, melalui program bantuan ini, AirNav juga memastikan aspek psikologis para pejuang navigasi udara tetap stabil. Perusahaan memberikan fleksibilitas tugas dan pendampingan moral agar mereka yang terdampak bisa fokus pada pemulihan keluarga tanpa rasa cemas terhadap tanggung jawab pekerjaan.
Komitmen ini terbukti efektif; meski beberapa personil mengalami musibah pribadi, layanan navigasi penerbangan di wilayah terdampak tetap berjalan normal tanpa gangguan, berkat sistem dukungan internal yang solid.
Kepedulian yang Berkelanjutan
AirNav Indonesia memastikan bahwa pendampingan ini tidak berhenti pada penyaluran logistik sesaat. Perusahaan terus memantau proses rehabilitasi pasca-bencana bagi para karyawannya. Langkah ini mencerminkan implementasi nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang menjadi fondasi budaya kerja di lingkungan BUMN.
Dukungan nyata ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat para insan AirNav untuk terus mengabdi, memastikan setiap pesawat yang melintas di langit nusantara tetap mendarat dengan selamat, meski di tengah ujian bencana yang melanda.
Baca Juga : Ekonom IQI Global: Indonesia Berhasil Bangun Benteng Makroekonomi Paling Kredibel di Asia
