NusaSuara — Pemerintah Kanada kembali menegaskan sikap tegasnya terkait status Greenland sebagai wilayah berdaulat. Masa depannya sepenuhnya berada di tangan rakyat Greenland sendiri. Sejalan dengan prinsip tersebut, Kanada secara jelas menolak segala bentuk intervensi. Ini termasuk opsi militer, yang berpotensi merampas hak kedaulatan wilayah itu.
Pernyataan ini di sampaikan dalam konferensi pers oleh Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, pada Selasa (13/1). Dalam kesempatan tersebut, Sarai menekankan bahwa prinsip penentuan nasib sendiri bukan sekadar norma internasional. Melainkan, nilai fundamental yang wajib di hormati oleh seluruh komunitas global.
Kanada Tolak Intervensi Militer di Greenland
Secara tegas, Randeep Sarai menegaskan bahwa Kanada tidak akan pernah mendukung tindakan militer apa pun. Tindakan yang bertujuan mengambil alih Greenland dari rakyatnya ditolak. Menurutnya, pendekatan semacam itu justru berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.
“Kami tidak mendukung intervensi militer apa pun yang akan merampas hak tersebut dari rakyat Greenland,” tegas Sarai.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa posisi Kanada bersifat konsisten dan tidak menyisakan ruang ambiguitas. Oleh karena itu, Kanada menilai kedaulatan Greenland sebagai hak mutlak rakyatnya, yang tidak boleh di campuri oleh pihak mana pun.
“Perspektif kami sangat jelas: Greenland adalah wilayah berdaulat, dan tidak seorang pun boleh mengintervensi kedaulatan itu,” lanjutnya.
Dengan pernyataan tersebut, Kanada kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi hukum internasional serta prinsip demokrasi global.
Ketegangan Geopolitik Arktik Jadi Sorotan Dunia
Sikap Kanada ini muncul seiring meningkatnya perhatian internasional terhadap kawasan Arktik. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini berkembang menjadi pusat persaingan geopolitik global. Selain faktor keamanan, kawasan ini di nilai memiliki nilai strategis tinggi dari sisi sumber daya alam. Juga dari jalur perdagangan masa depan.
Namun demikian, meningkatnya aktivitas militer sejumlah negara besar di wilayah Arktik turut memicu kekhawatiran akan eskalasi ketegangan regional. Dalam konteks inilah, isu Greenland kembali mencuat dan menjadi sorotan utama dunia internasional.
Pernyataan Trump Picu Reaksi Global
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat melontarkan gagasan kontroversial terkait upaya memperoleh Greenland. Ini termasuk dengan mempertimbangkan opsi penggunaan kekuatan militer. Tak lama berselang, pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Sebagai sekutu NATO, Denmark secara tegas menolak gagasan tersebut. Penolakan serupa juga datang dari partai-partai politik di Greenland serta sejumlah negara Eropa. Mereka menilai pernyataan Trump bertentangan dengan prinsip kedaulatan, demokrasi, dan hukum internasional yang berlaku.
Dukungan Eropa: Greenland Milik Rakyatnya
Selain Kanada, penolakan terhadap gagasan pengambilalihan Greenland juga di suarakan secara luas oleh para pemimpin Eropa. Pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, secara kolektif menegaskan bahwa Greenland sepenuhnya milik rakyatnya.
“Hanya Denmark dan Greenland yang memiliki wewenang untuk menentukan hal-hal terkait wilayah mereka,” tegas para pemimpin tersebut dalam pernyataan bersama.
Pernyataan ini, pada akhirnya, semakin memperkuat konsensus internasional bahwa kedaulatan Greenland merupakan prinsip yang tidak dapat di negosiasikan.
Baca Juga: Emas Melimpah di SEA Games, Prabowo: Bangga Sih, Tapi Pusing Bonusnya Gede Banget!
Kunjungan Diplomatik Kanada ke Greenland
Sebagai tindak lanjut dari sikap politik tersebut, Kanada juga menunjukkan dukungan nyata melalui langkah diplomatik. Pemerintah Kanada merencanakan kunjungan tingkat tinggi ke Greenland dalam waktu dekat.
Gubernur Jenderal Kanada Mary Simon bersama Menteri Luar Negeri Anita Anand di jadwalkan berkunjung ke Greenland pada awal bulan depan. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama bilateral dan memperkuat hubungan diplomatik. Sekaligus, menunjukkan penghormatan terhadap hak rakyat Greenland dalam menentukan masa depan wilayahnya sendiri.
Pada saat yang sama, langkah ini mencerminkan peran aktif Kanada dalam menjaga stabilitas kawasan Arktik melalui pendekatan dialog dan diplomasi, bukan kekuatan militer.
Komitmen Kanada terhadap Prinsip Kedaulatan Global
Secara keseluruhan, sikap Kanada dalam isu Greenland menegaskan posisinya sebagai negara yang konsisten mendukung prinsip kedaulatan, demokrasi, dan penentuan nasib sendiri. Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, Kanada menilai bahwa dialog dan kerja sama internasional sangatlah penting. Penghormatan terhadap hukum internasional tetap menjadi solusi terbaik untuk menjaga perdamaian dunia.
