NusaSuara — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Waste to Energy di wilayah perkotaan telah berada pada level mengkhawatirkan. Ia memperingatkan, tanpa penanganan serius dan cepat, tumpukan sampah berpotensi berubah menjadi bencana lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dalam pidatonya saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1), Prabowo menekankan urgensi membersihkan kota-kota dari akumulasi sampah yang terus meningkat.
“Kita harus segera membersihkan sampah di kota-kota kita. Sampah sudah menumpuk luar biasa dan ini berpotensi menjadi bencana,” tegas Prabowo.
Solusi Pemerintah: Sampah Di olah Menjadi Energi
Sebagai langkah konkret, pemerintah mulai mengakselerasi proyek Waste to Energy, yakni pengolahan sampah menjadi listrik. Prabowo memastikan proyek strategis ini akan di bangun di 34 titik di berbagai daerah.
Pemerintah juga bersiap membuka tender proyek dalam waktu dekat. Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa pembangunan hingga operasional penuh membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
“Setelah belasan tahun tertunda, kini kita mulai. Tender akan di buka dalam waktu dekat, namun proyek ini membutuhkan waktu sebelum benar-benar berfungsi,” ujarnya.
Investasi Hilirisasi Capai US$6 Miliar
Selain proyek pengelolaan sampah, Prabowo mengungkapkan pemerintah akan memulai 6 hingga 11 proyek hilirisasi dalam beberapa pekan ke depan. Proyek-proyek tersebut di perkirakan menarik investasi asing dalam jumlah besar.
Nilai investasi awal di perkirakan mencapai US$6 miliar, dengan potensi tambahan investasi lanjutan dari luar negeri yang signifikan.
Ratusan Investor Minati Proyek Waste to Energy
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan proyek Waste to Energy saat ini memasuki tahap penjaringan investor. Tercatat sekitar 240 calon investor menyatakan minat untuk berpartisipasi.
Proses bidding dijadwalkan di mulai pekan depan, seiring kesiapan lahan di beberapa lokasi prioritas.
Baca Juga: Purbaya Yudhi dalam Pertumbuhan Industri Elektronik
Tangsel Jadi Contoh Nyata Krisis Sampah
Masalah sampah juga nyata di rasakan di Tangerang Selatan (Tangsel). Tumpukan sampah sempat mengular di Pasar Cimanggis, Jalan Raya Otista, Kecamatan Ciputat, sebelum akhirnya di bersihkan pada Kamis (8/1) dini hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Selama masa tersebut, sampah di alihkan ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, sambil menunggu proses pengelolaan di TPAS Cilowong, Kota Serang.
