Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) beserta Dinas Pendidikan. Di berbagai daerah mulai merilis penyesuaian kalender akademik menyambut bulan suci Ramadan 2026. Kabar gembira bagi para siswa, pemerintah tidak hanya menyesuaikan jam belajar. Tetapi juga menetapkan durasi libur Lebaran yang mencapai dua minggu.
Kebijakan ini bertujuan agar seluruh warga sekolah dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk serta memiliki waktu yang cukup untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Penyesuaian Jam Belajar Selama Ramadan
Selama bulan puasa, sekolah-sekolah akan menerapkan pengurangan durasi jam pelajaran. Secara umum, setiap jam pelajaran akan berkurang sekitar 5 hingga 10 menit. Pemerintah mengambil langkah ini untuk menjaga kebugaran fisik siswa dan guru tanpa mengesampingkan target kurikulum yang telah mereka tetapkan.
-
Pengurangan Waktu: Sekolah memangkas durasi tatap muka di kelas agar kepulangan siswa lebih awal.
-
Kegiatan Keagamaan: Pihak sekolah mengalihkan sebagian waktu belajar untuk penguatan karakter melalui pesantren kilat, tadarus bersama, dan kegiatan syiar Islam lainnya.
Libur Lebaran: Durasi Panjang untuk Mudik
Pemerintah daerah rata-rata mengalokasikan waktu libur Idulfitri yang cukup panjang bagi institusi pendidikan. Pemerintah menjadwalkan libur Lebaran mulai beberapa hari sebelum hari raya hingga seminggu setelah lebaran berdasarkan draf kalender pendidikan terbaru.
Jika ditotal dengan libur akhir pekan, para siswa akan menikmati masa rehat sekolah selama kurang lebih 14 hari atau 2 minggu.
“Kami menyesuaikan jadwal ini untuk menghormati tradisi mudik masyarakat Indonesia. Dengan memberikan libur selama dua minggu, kami berharap para guru dan siswa bisa kembali ke sekolah dalam kondisi yang lebih segar,” ungkap salah satu kepala dinas pendidikan.
Pesan untuk Orang Tua dan Siswa
Meskipun sekolah memberikan libur yang cukup panjang, pihak dinas pendidikan tetap mengimbau para siswa untuk tidak sepenuhnya meninggalkan buku pelajaran. Sekolah menyarankan pemberian tugas yang bersifat mandiri dan menyenangkan agar ritme belajar siswa tidak hilang saat kembali masuk nanti.
Baca Juga : Fermentasi Bawang Putih: Cara dan Manfaat Kesehatan
Orang tua juga memegang peran penting untuk mengawasi kegiatan anak selama libur panjang agar waktu dua minggu tersebut tetap produktif namun tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan keluarga.
