Punch si monyet makaka Jepang, menerima curahan kasih sayang daring setelah video dirinya memeluk boneka orangutan kecil di Kebun Binatang Kota Ichikawa menjadi viral. Pada bulan Januari, Panchi-kun (atau Punch, dalam bahasa Inggris) hanya memiliki satu teman di Kebun Binatang Kota Ichikawa di Jepang: boneka orangutan kecil berwarna oranye.
Monyet makaka Jepang, yang lahir pada Juli 2025, “diselamatkan dari penelantaran dan dibesarkan melalui perawatan manual,” tulis kebun binatang itu dalam sebuah unggahan X yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Ikatan Punch si monyet Unik yang Menjadi Viral
Dalam beberapa minggu, rasa cinta Punch pada bonekanya membuat netizen sangat menyukainya. Ia selalu memeluk boneka itu saat berkeliling kebun binatang maupun saat tidur. Kini, video dan foto kebersamaan mereka di media sosial telah mengumpulkan jutaan penayangan.
Namun popularitasnya di dunia maya tampaknya tidak tercermin dalam hubungannya di kehidupan nyata. Video yang beredar online menunjukkan monyet-monyet lain mendorong Punch. Akibatnya, ia hanya memiliki mainan kesayangannya sebagai penghibur.
Gerakan Solidaritas Netizen: #HangInTherePunch
Di X, banyak penggemar monyet Jepang mulai menggunakan hashtag #がんばれパンチ, yang secara bebas diterjemahkan menjadi “HangInTherePunch,” untuk menyatakan solidaritas mereka dengan makhluk kesayangan tersebut.
Baca Juga : Harga emas melonjak setelah muncul kabar bahwa AS siap menyerang Iran
“Kita, sebagai masyarakat, harus membentuk regu perlindungan Panchi-kun,” tulis seorang pengguna X. “Berhentilah menunjukkan padaku monyet kecil yang diintimidasi oleh monyet lain. Aku tahu dia akhirnya mendapat pelukan dari salah satu monyet, tapi aku sedang tidak dalam kondisi mental yang tepat untuk menontonnya. Aku akan terbang ke Jepang dan menghajar monyet-monyet jahat itu,” tulis yang lain.
Perkembangan Sosial dan Proses Adaptasi
Pihak kebun binatang kemudian mengatakan bahwa yang lain di dalam kandang Punch mulai menyukai hewan tersebut. “Punch secara bertahap memperdalam interaksinya dengan kelompok monyet!” tulis kebun binatang itu dalam sebuah unggahan di X pada 6 Februari.
“Punch aktif menerima perawatan, bermain dengan menusuk-nusuk monyet lain, hingga mendapatkan teguran dari kelompoknya. Ia menjalani berbagai pengalaman setiap hari dan perlahan memahami cara hidup sebagai monyet dalam kawanannya. Pada hari Kamis, pihak kebun binatang melaporkan kemajuan lebih lanjut. Mereka menulis, ‘Seiring berjalannya hari, semakin banyak individu yang mulai berinteraksi dengan Punch.”
Dukungan dari Pemerintah dan Brand Global
Pada hari Minggu, tampaknya banyak teman manusia Punch di Jepang ingin memastikan kesejahteraannya. Kebun binatang tersebut memposting “rasa terima kasih yang tulus” kepada “kerumunan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tak terduga” yang datang untuk melihat Punch. Bahkan beberapa merek besar pun mendukung Punch.
Wali Kota Ichikawa, Ko Tanaka, menulis dalam sebuah unggahan di X pada hari Selasa bahwa Petra Fare, presiden dan kepala petugas keberlanjutan IKEA Jepang, menyumbangkan beberapa pengganti mainan orangutan “DJUNGELSKOG Soft” seharga $20. Selain itu, ia juga menyumbangkan boneka plush baru untuk Punch.
Harapan Baru bagi Si Monyet Kecil
Perwakilan dari Kebun Binatang Kota Ichikawa tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Kamis. Apakah Punch akan membutuhkan lebih banyak boneka mainan seiring berkembangnya kehidupan sosialnya masih belum bisa pasti. Bayi monyet itu adalah “bukti bahwa bahkan dalam awal yang paling sulit sekalipun, cinta (dan teman pelukan yang baik) akan menang.
