NusaSuara — Jepang semakin dekat untuk menghidupkan kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa. Fasilitas tenaga nuklir ini adalah yang terbesar di dunia dan terletak di Prefektur Niigata, Jepang bagian tengah. Langkah ini menjadi perkembangan besar karena, untuk pertama kalinya sejak tragedi Fukushima pada 2011, pemerintah bersiap mengoperasikan kembali sebuah pembangkit nuklir skala raksasa.
Selain itu, keputusan ini menandai perubahan sikap Jepang terhadap energi nuklir. Sebelumnya, energi ini mendapat penolakan kuat dari publik. Kini, dengan meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan emisi karbon global, Jepang mulai kembali mempertimbangkan mengaktifkan tenaga nuklir. Tenaga ini diharapkan menjadi pilar baru strategi energinya.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Tahapan Prosedur
Menurut laporan Nikkei Asia pada Rabu (19/11), Gubernur Prefektur Niigata di perkirakan akan memberikan persetujuan resminya pada Jumat (21/11). Dengan demikian, fasilitas milik Tokyo Electric Power Company (Tepco) itu akan selangkah lebih dekat menuju operasi kembali setelah berhenti total sejak 2012.
Lebih lanjut, Gubernur Hideyo Hanazumi telah memberi tahu pejabat daerah bahwa ia berencana menyampaikan dukungan terbuka terhadap rencana reaktivasi tersebut. Setelah itu, ia akan berkonsultasi dengan majelis prefektur ketika memasuki sesi bulanannya pada 2 Desember 2025. Apabila majelis memberikan lampu hijau, maka pemerintah daerah akan menegaskan kepada pemerintah pusat bahwa seluruh persyaratan lokal telah di penuhi.
Evaluasi Teknis dan Keamanan PLTN
PLTN Kashiwazaki-Kariwa memiliki kapasitas hingga 8,2 gigawatt dan terdiri dari tujuh reaktor. Sejak tragedi Fukushima, seluruh reaktor ini berhenti beroperasi. Hal ini disebabkan oleh pengetatan standar keselamatan nasional.
Namun demikian, pada Februari lalu komite teknis prefektur telah mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa seluruh aspek keselamatan telah memenuhi daftar periksa terbaru yang jauh lebih ketat daripada sebelumnya. Dengan kata lain, tidak di temukan masalah serius yang dapat menghalangi pengaktifan kembali fasilitas tersebut.
Saat ini, hanya Unit 6 yang benar-benar siap untuk di operasikan. Reaktor tersebut sudah terisi bahan bakar tenaga nuklir dan dapat di nyalakan sewaktu-waktu. Jika proses restart berjalan sesuai rencana, Unit 6 di harapkan dapat beroperasi paling cepat pada akhir Maret 2026.
Baca Juga: Komisi XII DPR Tanggapi Laporan Penyerobotan Lahan
Dampak bagi Kebijakan Energi Jepang
Keputusan ini mencerminkan perubahan besar dalam strategi energi Jepang. Di satu sisi, pemerintah menghadapi tekanan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Energi ini mahal dan beremisi tinggi.
>Di sisi lain, Jepang harus memastikan keamanan pasokan listrik. Tantangan utama termasuk perubahan iklim, peningkatan konsumsi energi, dan fluktuasi pasar internasional.
Oleh karena itu, aktivasi kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa di pandang sebagai langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membantu Jepang mencapai target netral karbon. Selain itu, keputusan ini dapat membuka jalan bagi pembangkit tenaga nuklir lain yang selama ini belum aktif sejak 2011.
