TPS3R: Solusi Modern Pengelolaan Sampah Klaten

oleh
TPS3R: Solusi Modern Pengelolaan Sampah Klaten

NusaSuara — Pemerintah Kabupaten Klaten terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkretnya terlihat melalui peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Kemudo Resik di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, pada Selasa (4/11). Acara tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, yang disambut antusias oleh warga serta para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Mas Hamenang menyampaikan apresiasi atas kerja keras perangkat desa, BUMDes, kelompok masyarakat, serta mitra industri yang telah berkolaborasi membangun TPS3R. Selain itu, ia menegaskan bahwa gotong royong merupakan kunci keberhasilan setiap program lingkungan, termasuk dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.

Konsep Integrasi: Lingkungan, Pertanian, dan Peternakan

Menurut Bupati, TPS3R Kemudo Resik tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah rumah tangga. Sebaliknya, fasilitas ini di rancang untuk mengintegrasikan tiga sektor penting agar program berjalan lebih optimal.

Pertama, sektor lingkungan, melalui pengolahan sampah organik dan anorganik. Kedua, sektor pertanian, dengan memanfaatkan kompos dari hasil pengolahan sampah. Ketiga, sektor peternakan, dengan penggunaan limbah organik sebagai pakan ternak tertentu serta pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk alami.

Dengan demikian, konsep integratif ini di harapkan mampu menciptakan siklus pengelolaan lingkungan yang efisien dan berkelanjutan. “Desa Kemudo telah menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal membuang, tetapi bagaimana mengolahnya agar kembali bernilai bagi masyarakat,” ujar Mas Hamenang.

Dorongan Pengurangan Sampah dari Sumbernya

Bupati Klaten juga menekankan pentingnya menekan jumlah sampah sejak dari rumah tangga. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan sederhana tetapi berdampak besar, seperti:

  • membuat lubang biopori untuk mengolah sampah organik,

  • melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya,

  • memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai,

  • serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa pola pengelolaan terpadu akan berjalan efektif bila masyarakat terlibat secara aktif. “Jika pola pengelolaan sampah terpadu ini diterapkan secara rutin dan didukung partisipasi masyarakat, persoalan sampah dapat kita selesaikan secara berkelanjutan,” katanya.

Apresiasi dan Harapan dari Pemerintah Desa

Pj Kepala Desa Kemudo, Amalia Rahmawati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Klaten. Ia menyebut peresmian TPS3R Kemudo Resik sebagai momentum penting yang meningkatkan kepercayaan diri warga. Terlebih lagi, pembangunan TPS3R memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan desa.

Amalia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT Sarihusada dan BNI, yang telah memberikan pendampingan dan bantuan selama proses pembangunan hingga pengoperasian. Sebagai hasilnya, masyarakat kini memiliki sarana pengolahan sampah yang lebih memadai.

Peninjauan Unit Usaha BUMDes Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Sebelum acara peresmian TPS3R, Bupati dan rombongan meninjau dua unit usaha milik BUMDes Kemudo Makmur. Unit usaha tersebut meliputi:

  • Kamajaya Mart, pusat sembako dan kebutuhan harian masyarakat,

  • Tarades Café, tempat bersantai bagi pekerja industri dan warga sekitar.

Kedua unit usaha ini, yang terletak di kawasan industri PT Sarihusada, PT Dion Farma, dan PT IGP, menjadi titik aktivitas ekonomi strategis. Dengan demikian, keberadan BUMDes mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat potensi lokal desa.

Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipasi Warga

Usai peninjauan, Bupati dan Wakil Bupati mengikuti rangkaian kegiatan lingkungan seperti panen ubi jalar, penanaman bibit alpukat, dan kunjungan ke kandang kambing. Kegiatan ini tidak hanya simbolis, tetapi mencerminkan bagaimana desa memadukan pengelolaan sampah dengan pertanian terpadu. Sebagai langkah lanjutan, kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat memahami manfaat ekonomi dari sistem pengelolaan sampah yang baik.

Baca Juga: Penanggulangan TBC di Indonesia Menuju Gerakan Nasional

Manfaat TPS3R untuk Masyarakat

Kehadiran TPS3R Kemudo Resik membawa berbagai manfaat jangka panjang. Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, fasilitas ini juga:

  • menghasilkan kompos berkualitas bagi pertanian,

  • membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan sampah,

  • meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,

  • serta menciptakan desa yang bersih, sehat, dan produktif.

Pada akhirnya, TPS3R Kemudo Resik diharapkan menjadi model inspiratif bagi desa lain dalam menerapkan pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.